Dinsdag, 30 April 2013

Hacker indonesia

Seorang hacker Indonesia membangun
reputasi dunia. Dia terkenal karena bisa
meretas satelit.
Jim Geovedi adalah orang yang
berbahaya. Pada masa ketika nyaris
semua informasi dan manusia
terkoneksi, Jim, jika dia mau, bisa setiap
saat keluar masuk ke sana: melongok
percakapan surat elektronik atau
sekedar mengintip perselingkuhan anda
di dunia maya.
Lebih dari itu, dia bisa saja mencuri
data-data penting: lalu lintas transaksi
bank, laporan keuangan perusahaan atau
bahkan mengamati sistem pertahanan
negara.
“Kalau mau saya bisa mengontrol
internet di seluruh Indonesia,“ kata Jim
dalam percakapan dengan Deutsche
Welle. Saat saya tanyakan itu kepada
pengamat IT Enda Nasution, dia
mengaku percaya Jim Geovedi bisa
melakukan itu.
Saya memilih percaya dan tidak mau
menantang Jim untuk membobol situs
Deutsche Welle.
Dia adalah hacker Indonesia dengan
reputasi global: hilir mudik Berlin,
Amsterdam, Paris, Torino, hingga
Krakow menjadi pembicara pertemuan
hacker internasional yang sering dibalut
dengan nama seminar sistem
keamanan. Dalam sebuah pertemuan
hacker dunia, Jim memperagakan cara
meretas satelit: ya, Jim bisa mengubah
arah gerak atau bahkan menggeser
posisi satelit. Keahliannya ini bisa anda
lihat di Youtube.
Jim Geovedi sejak 2012 pindah ke
London dan mendirikan perusahaan jasa
sistem keamanan teknologi informasi
bersama rekannya. Dia menangani para
klien yang membutuhkan jasa
pengamanan sistem satelit, perbankan
dan telekomunikasi. Dua tahun terakhir,
dia mengaku tertarik mengembangkan
artificial intelligence komputer.
Tapi Jim Geovedi menolak disebut ahli.
Dalam wawancara, Jim lebih suka
menganggap dirinya “pengamat atau
kadang-kadang partisipan aktif dalam
seni mengawasi dari tempat yang jauh
dan aman.“
Tidak, Jim bukan lulusan sekolah IT
ternama. Lulus SMA, Jim menjalani
kehidupan jalanan yang keras di Bandar
Lampung sebagai seniman grafis.
Beruntung seorang pendeta
memperkenalkan dia dengan komputer
dan internet. Sejak itu, Jim Geovedi
belajar secara otodidak: menelusuri
ruang-ruang chatting para hacker dunia.
Deutsche Welle
Apa saja yang pernah anda hack?
Jim Geovedi
Saya tidak pernah menghack…kalaupun
ya, saya tidak akan mengungkapkannya
dalam wawancara, hehehe. Tapi saya
banyak dibayar untuk melakukan uji
coba sistem keamanan. Saya punya
konsultan perusahaan keamanan untuk
menguji aplikasi dan jaringan. Klien saya
mulai dari perbankan, telekomunikasi,
asuransi, listrik, pabrik rokok dan lain-
lain.
Deutsche Welle
Bagaimana anda membangun reputasi
sebagai hacker?
Jim Geovedi
Saya tidak memulai dengan menghack
sistem, kemudian setelah terkenal
membuka identitas dan membangun
bisnis sistem keamanan. Sejak awal,
saya lebih banyak bergaul dengan para
hacker dunia ketimbang Indonesia, dan
dari sana saya sering diundang menjadi
pembicara seminar atau diwawancara
media internasional. Beberapa tahun
setelah itu saya mulai diperhatikan di
Indonesia. Tahun 2004, saya diminta
membantu KPU (saat itu data pusat
penghitungan suara Pemilu diretas-red)
yang kena hack. Saya disewa untuk
mencari tahu siapa pelakunya (seorang
hacker bernama Dani Firmansyah
akhirnya ditangkap-red). Ketika wireless
baru masuk Indonesia tahun 2003, saya
sudah diminta menjadi pembicara di
Kuala Lumpur tentang bahaya sistem
itu. Tahun 2006, saya diminta menjadi
pembicara isu sistem keamanan satelit,
dan itu yang mungkin membuat nama
saya naik.
Deutsche Welle
Apakah anda bisa menghack satelit?
Jim Geovedi
Ya bisa, satelit itu sistemnya cukup unik.
Orang yang bisa mengontrol satelit
harus tahu A sampai Z tentang isi
satelit. Dan satu-satunya cara adalah
anda harus masuk ke ruang operator
atau berada dalam situasi kerja sang
operator (dengan meretasnya-red). Dari
sana anda akan memahami semua hal:
satelit ini diluncurkan kapan, bagaimana
cara kontrol, sistem apa yang digunakan.
Setelah itu anda akan bisa memahami:
oh di sini toh kelemahan sistemnya. Itu
semua total insting. Semakin sering
anda mempelajari kasus, jika
berhadapan dengan kasus lain, anda
akan bisa melihat adanya kesamaan
pola. Kalau anda sudah melihat
kesamaan pola, maka anda akan tahu.
Deutsche Welle
Satelit mana saja yang pernah anda
hack?
Jim Geovedi
Hahaha…saya harus berada di
lingkungan operatornya.
Deutsche Welle
Tapi anda bisa masuk ke lingkungan itu
dari jarak jauh (meretas-red) kan?
Jim Geovedi
Hahaha, untuk satu atau dua kasus itu
bisa dilakukan.
Deutsche Welle
Satelit mana yang anda hack?
Jim Geovedi
Itu satelit klien saya hahaha…satelit
Indonesia dan satelit Cina.
Deutsche Welle
Apa yang anda lakukan dengan satelit
itu?
Jim Geovedi
Saat itu saya diminta menguji sistem
keamanan kontrol satelit, dan saya
melihat: oh ini ada kemungkinnan untuk
digeser atau dirotasi sedikit… lalu ya
saya geser…dan itu membuat mereka
panik karena agak sulit mengembalikan
satelit itu ke orbit. Untung mereka
punya bahan bakar ekstra. Mereka
bilang: oke cukup jangan diteruskan.
Satelit yang dari Cina bisa saya geser
tapi kalau yang dari Indonesia saya ubah
rotasinya.
Deutsche Welle
Dengan kemampuan seperti ini,
bagaimana anda mengatasi godaan?
Jim Geovedi
Kalau mau, saya bisa mengontrol
internet seluruh Indonesia. Saya bisa
mengalihkan traffic (lalu lintas data-red),
saya bisa mengamati traffic yang keluar
ataupun masuk Indonesia. Saya bisa
memodifikasi semua transaksi
keuangan…dengan kapasitas saya itu
mungkin saja dilakukan. Tapi buat apa?
Saya termasuk orang yang bersyukur
atas apa yang saya punya. Saya nggak
punya interest berlebihan soal materi, Jim Geovedi sejak 2012 pindah ke
London dan mendirikan perusahaan jasa
sistem keamanan teknologi informasi
bersama rekannya. Dia menangani para
klien yang membutuhkan jasa
pengamanan sistem satelit, perbankan
dan telekomunikasi. Dua tahun terakhir,
dia mengaku tertarik mengembangkan
artificial intelligence komputer.
Tapi Jim Geovedi menolak disebut ahli.
Dalam wawancara, Jim lebih suka
menganggap dirinya “pengamat atau
kadang-kadang partisipan aktif dalam
seni mengawasi dari tempat yang jauh
dan aman.“
Tidak, Jim bukan lulusan sekolah IT
ternama. Lulus SMA, Jim menjalani
kehidupan jalanan yang keras di Bandar
Lampung sebagai seniman grafis.
Beruntung seorang pendeta
memperkenalkan dia dengan komputer
dan internet. Sejak itu, Jim Geovedi
belajar secara otodidak: menelusuri
ruang-ruang chatting para hacker dunia.
Deutsche Welle
Apa saja yang pernah anda hack?
Jim Geovedi
Saya tidak pernah menghack…kalaupun
ya, saya tidak akan mengungkapkannya
dalam wawancara, hehehe. Tapi saya
banyak dibayar untuk melakukan uji
coba sistem keamanan. Saya punya
konsultan perusahaan keamanan untuk
menguji aplikasi dan jaringan. Klien saya
mulai dari perbankan, telekomunikasi,
asuransi, listrik, pabrik rokok dan lain-
lain.
Deutsche Welle
Bagaimana anda membangun reputasi
sebagai hacker?
Jim Geovedi
Saya tidak memulai dengan menghack
sistem, kemudian setelah terkenal
membuka identitas dan membangun
bisnis sistem keamanan. Sejak awal,
saya lebih banyak bergaul dengan para
hacker dunia ketimbang Indonesia, dan
dari sana saya sering diundang menjadi
pembicara seminar atau diwawancara
media internasional. Beberapa tahun
setelah itu saya mulai diperhatikan di
Indonesia. Tahun 2004, saya diminta
membantu KPU (saat itu data pusat
penghitungan suara Pemilu diretas-red)
yang kena hack. Saya disewa untuk
mencari tahu siapa pelakunya (seorang
hacker bernama Dani Firmansyah
akhirnya ditangkap-red). Ketika wireless
baru masuk Indonesia tahun 2003, saya
sudah diminta menjadi pembicara di
Kuala Lumpur tentang bahaya sistem
itu. Tahun 2006, saya diminta menjadi
pembicara isu sistem keamanan satelit,
dan itu yang mungkin membuat nama
saya naik.
Deutsche Welle
Apakah anda bisa menghack satelit?
Jim Geovedi
Ya bisa, satelit itu sistemnya cukup unik.
Orang yang bisa mengontrol satelit
harus tahu A sampai Z tentang isi
satelit. Dan satu-satunya cara adalah
anda harus masuk ke ruang operator
atau berada dalam situasi kerja sang
operator (dengan meretasnya-red). Dari
sana anda akan memahami semua hal:
satelit ini diluncurkan kapan, bagaimana
cara kontrol, sistem apa yang digunakan.
Setelah itu anda akan bisa memahami:
oh di sini toh kelemahan sistemnya. Itu
semua total insting. Semakin sering
anda mempelajari kasus, jika
berhadapan dengan kasus lain, anda
akan bisa melihat adanya kesamaan
pola. Kalau anda sudah melihat
kesamaan pola, maka anda akan tahu.
Deutsche Welle
Satelit mana saja yang pernah anda
hack?
Jim Geovedi
Hahaha…saya harus berada di
lingkungan operatornya.
Deutsche Welle
Tapi anda bisa masuk ke lingkungan itu
dari jarak jauh (meretas-red) kan?
Jim Geovedi
Hahaha, untuk satu atau dua kasus itu
bisa dilakukan.
Deutsche Welle
Satelit mana yang anda hack?
Jim Geovedi
Itu satelit klien saya hahaha…satelit
Indonesia dan satelit Cina.
Deutsche Welle
Apa yang anda lakukan dengan satelit
itu?
Jim Geovedi
Saat itu saya diminta menguji sistem
keamanan kontrol satelit, dan saya
melihat: oh ini ada kemungkinnan untuk
digeser atau dirotasi sedikit… lalu ya
saya geser…dan itu membuat mereka
panik karena agak sulit mengembalikan
satelit itu ke orbit. Untung mereka
punya bahan bakar ekstra. Mereka
bilang: oke cukup jangan diteruskan.
Satelit yang dari Cina bisa saya geser
tapi kalau yang dari Indonesia saya ubah
rotasinya.
Deutsche Welle
Dengan kemampuan seperti ini,
bagaimana anda mengatasi godaan?
Jim Geovedi
Kalau mau, saya bisa mengontrol
internet seluruh Indonesia. Saya bisa
mengalihkan traffic (lalu lintas data-red),
saya bisa mengamati traffic yang keluar
ataupun masuk Indonesia. Saya bisa
memodifikasi semua transaksi
keuangan…dengan kapasitas saya itu
mungkin saja dilakukan. Tapi buat apa?
Saya termasuk orang yang bersyukur
atas apa yang saya punya. Saya nggak
punya interest berlebihan soal materi.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking